Nasihat dari dalam hati Atisha PDF Print
Translated by Betsy Ciaputra and Valentina Suhendra   
Article hits: 4205

Atisha

Diberikan atas permintaan Jangchub O

Ketika Yang Mulia Atisha tiba di Tibet, pertama-tama beliau mengunjungi Ngari dan tinggal selama dua tahun. Beliau memberikan banyak ajaran kepada murid-murid Jang Chub O.
Setelah dua tahun berlalu, Beliau memutuskan untuk kembali ke India dan Jang Chub O memohon Beliau untuk memberikan ajaran terakhir sebelum Beliau pergi. Atisha menjawab bahwa semua ajaran yang diperlukan sudah diberikan, akan tetapi Jang Chub O tetap memohon dan akhirnya Atisha setuju dan memberikan nasihat berikut ini.

Given at the request of Jangchub Ö

When Venerable Atisha came to Tibet, he first went to Ngari, where he remained for two years giving many teachings to the disciples of Jang Chub Ö.
After two years had passed, he decided to return to India, and Jang Chub Ö requested him to give one last teaching before he left. Atisha replied that he had already given them all the advice they needed, but Jang Chub Ö persisted in his request and so Atisha accepted and gave the following advice.

Betapa Indahnya!

Sahabat, karena anda telah memiliki pengetahuan yang luas dan pemahaman yang jernih, sedangkan saya bukanlah orang penting dan memiliki hanya sedikit kebijaksanaan, tidak cocok bagi anda untuk meminta nasihat dari saya. Walaupun demikian, karena anda, sahabat terkasih yang saya cintai sepenuh hati, telah meminta saya, maka saya dengan segala kekurangan saya akan memberikan nasihat penting ini.

Sahabat, sampai pada saat anda mendapat pencerahan, seorang Guru Spiritual adalah mutlak diperlukan, oleh sebab itu berpegang teguhlah kepada Guru Spiritual yang suci.

Sampai anda menyadari kebenaran sejati, mendengarkan adalah hal yang penting, oleh karena itu, dengarkanlah instruksi dari sang Guru Spiritual.

Karena anda tidak akan menjadi Buddha hanya dengan mengerti Dharma, berlatihlah dengan sungguh-sungguh dengan pemahaman.

Hindari tempat-tempat yang mengganggu pikiran anda, dan menetaplah di tempat dimana kebaikan anda meningkat.

Sampai anda mendapatkan kesadaran yang stabil, hiburan duniawi adalah hal yang berbahaya, oleh karena itu menetaplah di tempat yang tidak ada gangguan seperti itu.

Hindari teman-teman yang menyebabkan keburukan anda meningkat dan andalkanlah teman yang menyebabkan kebaikan anda meningkat. Hal ini harus disimpan dalam hati.

Karena kegiatan dunia tidak pernah ada habisnya, batasilah kegiatan anda.

Dedikasikanlah kebaikan anda sepanjang hari dan malam, dan selalu awasi pikiran anda.

Karena anda telah menerima nasihat, pada saat anda tidak sedang bermeditasi, bertindaklah sesuai nasihat Guru Spiritual anda.

Apabila anda berlatih dengan penuh pengabdian, hasilnya akan terlihat segera, tanpa anda harus menunggu untuk waktu yang lama.

Apabila dari dasar hati anda berlatih mengikuti Dharma, makanan dan kebutuhan lainnya akan datang dengan sendirinya.

Sahabat, segala sesuatu yang anda inginkan tidak akan memberikan kepuasan lebih dari apabila anda meminum air laut, oleh karena itu berpuaslah dengan apa yang anda punya.

Hindari pikiran angkuh, sombong, bangga dan congkak, dan tetaplah berpikiran damai dan tenang.

Hindari kegiatan yang dikatakan bersifat kebajikan, namun sebenarnya merupakan halangan bagi Dharma.

Laba dan penghormatan adalah simpul petaka, maka bersihkanlah hal itu seperti membersihkan kerikil di jalan.

Kata-kata pujian dan ketenaran hanya berfungsi menipu kita, oleh sebab itu tiuplah hal itu seperti kita membersihkan hidung kita.

Karena kebahagian, kesenangan dan sahabat yang anda kumpulkan pada kehidupan ini hanya berlangsung sesaat, tempatkanlah mereka di belakang anda.

Karena kehidupan masa depan akan berakhir dalam waktu yang lama, kumpulkan hal-hal yang mulia demi masa depan.

Anda akan meninggalkan semua hal yang ada, oleh sebab itu jangan pernah terikat pada apapun.

Tumbuhkan welas kasih kepada mahluk yang lebih rendah dan khususnya hindari merendahkan dan mempermalukan mereka.

Jangan punya kebencian terhadap musuh, dan jangan ada keterikatan terhadap teman.

Jangan iri terhadap kualitas baik orang lain, namun dengan penuh kekaguman ikutilah kebaikan tersebut pada diri anda sendiri.

Jangan mencari kesalahan orang lain, namun carilah kesalahan pada dirimu sendiri, kemudian bersihkan kesalahan tersebut layaknya membersihkan darah kotor.

Jangan merenungkan keunggulan diri sendiri, namun renungkanlah keunggulan orang lain, dan hormatilah semua orang seperti seorang pelayan.

Perlakukan semua mahluk hidup seperti ayah dan ibumu, cintai mereka seperti jikalau anda adalah anak mereka.

Selalu tersenyum dengan pikiran penuh kasih, serta bicaralah sejujurnya tanpa maksud jahat.

Apabila anda berbicara terlalu banyak tanpa arti, anda akan berbuat kesalahan. Oleh sebab itu bicaralah seperlunya saja.

Apabila anda terlibat dalam berbagai kegiatan tanpa makna, aktivitas baik anda akan merosot. oleh sebab itu hentikan kegiatan yang tidak spiritual.

Berusaha untuk kegiatan tanpa makna benar-benar tidak berarti.

Apabila hal yang anda inginkan tidak terwujud, hal ini disebabkan karena karma yang dibuat di masa lalu. Oleh karena itu, jagalah pikiran yang bahagia dan tenang.

Berhati-hatilah, menyinggung perasaan orang suci lebih buruk daripada proses kematian, oleh sebab itu jujurlah dan terus terang.

Karena semua kebahagiaan dan kesengsaraan dalam hidup ini berasal dari kegiatan masa lalu, jangan salahkan orang lain.

Seluruh kebahagian berasal dari berkat Guru Spiritual anda, oleh sebab itu selalu balaslah budi baik Beliau.

Karena anda tidak bisa menjinakan pikiran orang lain sampai anda dapat menjinakan pikiran anda sendiri, mulailah dengan menjinakan pikiran anda.

Karena sudah pasti anda akan meninggalkan semua harta yang anda kumpulkan, jangan mengumpulkan hal-hal yang negatif demi harta kekayaan.

Hiburan untuk mengalihkan pikiran tidaklah berarti, oleh karena itu, praktekanlah kegiatan memberi dengan tulus.

Selalu jagalah disiplin moral yang murni karena hal ini akan mengarah pada keindahan dalam hidup ini dan kebahagiaan setelahnya.

Karena kebencian adalah hal yang umum pada jaman yang tercemar ini, jagalah pelindung kesabaran, bebas dari amarah.

Anda akan tetap berada di samsara karena rasa malas, oleh karena itu nyalakanlah api usaha dalam pelaksanaan.

Karena kehidupan sebagai manusia ini disia-siakan dengan menikmati berbagai gangguan, sekarang adalah saatnya berlatih konsentrasi.

Selama berada dalam pengaruh pengertian yang salah, anda tidak menyadari keadaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, periksalah arti yang sesungguhnya.

Sahabat, tidak ada kebahagian dalam lumpur samsara, oleh sebab itu bergeraklah ke tanah kebebasan.

Lakukanlah meditasi seperti yang nasihat Guru Spiritual anda, dan keringkan sungai derita samsara.

Anda harus mempertimbangkan semua ini dengan sungguh-sungguh, karena hal ini bukan hanya kata-kata dari mulut, namun nasihat tulus dari dasar hati.

Apabila anda mempraktekan hal ini, saya akan senang, dan anda akan membawa kebahagian bagi diri anda sendiri dan orang lain.

Saya yang bodoh, meminta anda untuk menyimpan nasihat ini dalam hati.

(Ini adalah nasihat dari Venerable Atisha yang suci kepada Venerable Jang Chub O.)

How wonderful!

Friends, since you already have great knowledge and clear understanding, whereas I am of no importance and have little wisdom, it is not suitable for you to request advice from me. However, because you dear friends, whom I cherish from my heart, have requested me, I shall give you this essential advice from my inferior and childish mind.

Friends, until you attain Enlightenment the Spiritual Teacher is indispensable, therefore rely upon the holy Spiritual Guide.

Until you realize ultimate truth, listening is indispensable, therefore listen to the instructions of the Spiritual Guide.

Since you cannot become a Buddha merely by understanding Dharma, practise earnestly with understanding.

Avoid places that disturb your mind, and always remain where your virtues increase.

Until you attain stable realizations, worldly amusements are harmful, therefore abide in a place where there are no such distractions.

Avoid friends who cause you to increase delusions, and rely upon those who increase your virtue. This you should take to heart.

Since there is never a time when worldly activities come to an end, limit your activities.

Dedicate your virtues throughout the day and the night, and always watch your mind.

Because you have received advice, whenever you are not meditating always practise in accordance with what your Spiritual Guide says.

If you practise with great devotion, results will arise immediately, without your having to wait for a long time.

If from your heart you practise in accordance with Dharma, both food and resources will come naturally to hand.

Friends, the things you desire give no more satisfaction than drinking sea water, therefore practise contentment.

Avoid all haughty, conceited, proud, and arrogant minds, and remain peaceful and subdued.

Avoid activities that are said to be meritorious, but which in fact are obstacles to Dharma.

Profit and respect are nooses of the maras, so brush them aside like stones on the path.

Words of praise and fame serve only to beguile us, therefore blow them away as you would blow your nose.

Since the happiness, pleasure, and friends you gather in this life last only for a moment, put them all behind you.

Since future lives last for a very long time, gather up riches to provide for the future.

You will have to depart leaving everything behind, so do not be attached to anything.

Generate compassion for lowly beings, and especially avoid despising or humiliating them.

Have no hatred for enemies, and no attachment for friends.

Do not be jealous of others' good qualities, but out of admiration adopt them yourself.

Do not look for faults in others, but look for faults in yourself, and purge them like bad blood.

Do not contemplate your own good qualities, but contemplate the good qualities of others, and respect everyone as a servant would.

See all living beings as your father or mother, and love them as if you were their child.

Always keep a smiling face and a loving mind, and speak truthfully without malice.

If you talk too much with little meaning you will make mistakes, therefore speak in moderation, only when necessary.

If you engage in many meaningless activities your virtuous activities will degenerate, therefore stop activities that are not spiritual.

It is completely meaningless to put effort into activities that have no essence.

If the things you desire do not come it is due to karma created long ago, therefore keep a happy and relaxed mind.

Beware, offending a holy being is worse than dying, therefore be honest and straightforward.

Since all the happiness and suffering of this life arise from previous actions, do not blame others.

All happiness comes from the blessings of your Spiritual Guide, therefore always repay his kindness.

Since you cannot tame the minds of others until you have tamed your own, begin by taming your own mind.

Since you will definitely have to depart without the wealth you have accumulated, do not accumulate negativity for the sake of wealth.

Distracting enjoyments have no essence, therefore sincerely practise giving.

Always keep pure moral discipline for it leads to beauty in this life and happiness hereafter.

Since hatred is rife in these impure times, don the armour of patience, free from anger.

You remain in samsara through the power of laziness, therefore ignite the fire of the effort of application.

Since this human life is wasted by indulging in distractions, now is the time to practise concentration.

Being under the influence of wrong views you do not realize the ultimate nature of things, therefore investigate correct meanings.

Friends, there is no happiness in this swamp of samsara, so move to the firm ground of liberation.

Meditate according to the advice of your Spiritual Guide and dry up the river of samsaric suffering.

You should consider this well because it is not just words from the mouth, but sincere advice from the heart.

If you practise like this you will delight me, and you will bring happiness to yourself and others.

I who am ignorant request you to take this advice to heart.

(This is the advice that the holy being Venerable Atisha gave to Venerable Jang Chub Ö.)

 

Visitors

We have 1 guest online

Social Media

Have anything to say?


Copyright © 2013